Donderdag 18 April 2013

cerita ku



   MAMA…..
    Engkau bagaikan pelita dalam gelapaku, mentari disiangku, yang selalu meberikan aku sinar cinta yang penuh dengn ketulusan, ketia aku masih mama kandung, mama selalu menjagaku, membawaku di mana pun mama pergi, melindungiku dengan do`a yang selalu mama panjatkan,  selma sembilan bulan sepulu hari. disat aku akan d lahirkan mama memperjuangkan hidup, sebelah kaki didunia, dan sebelahnya lagi diliang kubur, mama berkuat menahan sakit, tanpa mengeluh, sedikitpun, di dalam jeritan, mama panjtkan do`a untuk keselamatanku, agar aku dapat melihat dunia,
Setelah aku keluar dari rahimu, wajah mama bersinar, dan tersenyum bahagia, melihat aku lahir degan sempurnah sebagai anak, yang di titipkan oleh tuhan kepada mama. kau peluk aku, kau ciumi pipiku, kau bisikan dua kalimat sahadat di  telingaku, dan meberitahukan kepadaku “nak inilah dunia” setiap malam yang sunyi,  mama selalu terjaga dalam tidurmu, tak inigin kau melihat nyamuk menggigit kulitku, hanya suara janggkrik yang menemani malamu, ketika aku menangis di tengah malam yang dingin, kau bergegas bangun dari tidurmu , melawan rara ngantuk, dengan jari jemari mu yang begitu terampil, kau mengangkat tubuh mungilku, dengan penuh kasih sayang, kau buka sarung dan selimut yang kau pakai saat itu untuk menyelimutiku, kau sodorrkan susumu padaku, kau letakan telingaku di dadamu, agar aku dapat mendengarkan denyut jantung mu, di bibirmu keluar syair yang begitu menenangkan,  fajar menyingsing kau bangun dan segerah ke dapur, memasak makanan untuk ayah dan saudaraku,belum lagi matahari terbit, air sumur yang dingin, ayam yang baru turun dari pohonya kau sudah mengumpulkan popok yang telah ku pakai, kau cuci dengan penuh teliti, sepuh dengan air berulang ulang, dan menjemurnya di bawa matahari pagi ketaka terbit. Belum lagi istrahat, kau buatkan aku makanan yang enak, lalu kau suapi aku dengan penuh rasa sabar, tak pernah kau memarahiku ketika mengeluarkan makanan yang kau suapkan di mulutku. Belum pulah kau sarapan, kau panaskan air untuk ku mandi,,,, setlah itu kau gendong aku keliling di lingkungan sekitar rumah sambil menghangatkan tubuhku di bawa sinar matahari pagi  mengenalakanku dengan berbagai benda yang kau lihat, menyanyikan ku lagu lagu yang merdu samapai ku terlelap
Hari  berlau begitu saja, rasa sayang mu padaku tak pernah berkurang sedikit pun. Tak terasa umurku mencapai usia sekolah , kau mengntarku di sekolah, karena aku tak mau kau tinggal  beberapa hari kau menungguiku di sekolah, entah apa yang ada di pikiran mu saat itu, kau tetap tenang di tempat dudukmu,sekali sekali kau menoleh ke arahku, memberikan ku Senyum manis mu, di dalm hati mu engkau berdoa semoga aku kelak menjadi orang yang sukses…. 
 

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking